Di bawah ini di antara kesalahan-kesalahan riset keyword yang perlu dihindari :
Keyword Terlalu General (Umum)
Biasanya dalam
memilih keyword tertentu orang berpegangan pada tools sepeti Google Keyword
Tools (GKT), Keywords Elite Market Samurai dan lain-lain tetapi semua tools itu
hanyalah alat dan tetap memerlukan interpretasi dari penggunanya. Salah satu
kesalahan yang paling umum dalam memilih keywords adalah memilih keywords yang
terlalu umum! Sebagai contoh jika anda mempunyai toko buku online, maka sangat
keliru jika anda memilih keyword “buku”. Kenapa? karena keyword “buku” adalah
keywords yang terlalu general (umum). Orang mengetikkan buku di search engine
bukan berarti orang ingin berbelanja buku secara online, bisa saja orang itu
hanya mencari informasi tentang buku, jenis-jenis buku dan lain-lain.
Tidak memperhitungkan “intention user”
Jika
seseorang mencari kata “samsung” maka, mereka ingin membeli sebuah komputer
atau membuat sambal goreng? Sangat penting bagi Anda untuk memikirkan intention
user (apa sebenarnya yang dicari user) ketika melakukan riset keyword.
Hal yang
penting adalah bagaimana pengunjung Anda berpikir dan bagaimana pengunjung melakukannya!
Anda jangan pernah berasumsi bahwa secara otomatis Anda tahu bagaimana target
audiens Anda dalam mencari produk dan jasa. Carilah tingkah laku yang biasa
dilakukan dalam pencarian, istilah – istilah atau keyword yang biasa digunakan
bisa berubah dan keyword hasil riset Anda harus menjadi puncak dari trend.
Keyword Tidak Relevan
Di antara kesalahan
yang sering dilakukan juga adalah keyword yang tidak relevan. Yang sering
melakukan kesalahan ini biasanya orang yang memiliki tujuan SEO maupun SEM
(iklan adwords). Sebagai contoh: Hotel MEGAH mempunyai situs untuk booking
hotel secara online dan berniat mengiklankan di Google Adwords. Berdasarkan
penelusuran di GKT ditemukan bahwa keyword “paket wisata” mempunyai pencarian
bulanan yang besar. Hotel MEGAH lalu memakai keywords untuk Google Adwords dan
SEO. Pemakaian keywords yang tidak relevan akan memberikan pengalaman yang
tidak bagus bagi pengunjung, contohnya: Jika pengunjung mengeklik iklan adwords
Hotel MEGAH maka pengunjung tidak menemukan produk yang dia inginkan. Karena
Hotel MEGAH hanya menjual hotel saja bukan paket wisata. Kejadian seperti itu
akan menurunkan quality score Google Adwords dan juga meningkatkan bounce rate.
Jika keyword itu di SEO, maka bounce rate akan sangat tinggi. Dikarenakan pengunjung
tidak menemukan apa yang mereka harapkan akibatnya Click-Thru-Rate menurun dan
ranking/SERP juga turun.
Fokus pada keyword yang terlalu luas bagi Anda untuk berkompetisi
Sebagai
contoh jika Anda adalah pebisnis kecil yang baru masuk ke dunia online, jangan
mentarget “toko online” atau “toko online murah” atau lainnya, karena bisa
dibilang terlalu berat buat anda karena Anda berhadapan dengan portal besar
yang memiliki pendanaan miliaran seperti juallapak, tokobagus dan lain-lain.
Lebih parah lagi, keyword luas seperti ini tidak memiliki buying intent.
Mentargetkan
keyword seperti itu hanya akan menghabiskan waktu dan keringat saja.
Kesalahan
ini sering dilakukan oleh pemilik situs dalam riset keyword, mereka menggunakan
keyword yang terlalu luas sehingga tidak cocok dengan produk yang ingin mereka
jual. Anda harus mencari keyword spesifik mungkin dalam riset keyword Anda,
misalnya “toko online murah Solo”
Fokus Keyword Dengan Persaingan Tinggi
Memakai
keyword dengan persaingan yang sangat tinggi juga merupakan kesalahan. Karena persaingan
yang sangat tinggi akan membutuhkan waktu dan resources (cost/biaya) yang besar
pula. Jadi anda harus pikirkan dulu biaya dan waktu yang mesti anda perlukan,
hitung dan simpulkan apakah biaya investasi yang anda keluarkan akan sebanding
dengan hasil yang akan anda dapatkan nantinya sebelum anda menggunakan keywords
dengan persaingan yang sangat tinggi.
Hal paling
penting yang perlu diingat adalah hasil riset keyword Anda bukan hal yang tetap
atau pasti. Anda harus mengevaluasi kembali keyword yang digunakan setiap
enam bulan atau lebih (jangka waktu yang pas untuk mendapatkan data yang
sebenarnya) dan melihat apa yang berjalan sesuai rencana dan apa yang tidak
berjalan sesuai rencana.
Keyword Dengan Pencarian Rendah
Biasanya para
pemain baru dalam bisnis online yang belum mengerti tata cara riset keyword
akan mencari keyword dengan pencarian rendah. Sebagai contoh anda memiliki PT. SUKSES
yang bergerak di bidang alat alat komputer dan anda mempunyai Brand (merek) SUKSES.
Lalu PT. SUKSES menggunakan keywords SUKSES sebagai keywords utama dengan
asumsi bahwa PT. SUKSES bisa meningkatkan brand produk PT. SUKSES. Tetapi
faktanya brand produk anda tidak akan naik, kenapa? karena tidak
seorangpun/sangat sedikit yang mencari dengan keyword SUKSES di mesin pencari.
Solusinya adalah dengan memakai keyword yang banyak dicari orang, seperti:
“alat alat komputer”, “alat alat komputer murah” dan lain-lain. Dengan keyword
itu maka website PT. SUKSES memilik kesempatan memperoleh pengunjung. Secara
tidak langsung brand SUKSES juga terangkat karena para pencari mulai tahu bahwa
ada nama nama alat komputer dengan brand SUKSES.
Demikian
kesalahan kesalahan umum dalam riset keywords. Semoga bisa menjadikan riset
keywords anda lebih baik lagi.
Lalu bagaimanakah seharusnya yang harus di gunakan dalam mencari keyword ?
Inilah hal penting yang perlu di perhatikan:
- keyword dengan cpc min $1, agar jerih payah temen-teman tidak sia-sia, sudah capel-capek riset,ternyata cuma klik cupa sidikit.
- local search minimal 500
- global search minimal 1000 , tapi biasanya saya patokan pada local
- jika sudah semua , yg terakhir saya ketik di google keyword tersebut : allintitle: keyword dan hanya mengambil yang hasilnya dibawah 1000, agar persaingan title tersebut rendahm kalo mau coba diatas itu silakan.
Berpikir tingkat konversi merupakan ukuran terbaik untuk mengukur kesuksesan
Misalkan
perusahaan Anda menjual properti murah. Keyword “properti murah” mendatangkan delapan
ratus orang ke situs Anda setiap bulan dan andai kata 19 dari mereka mendaftar
pada newsletter Anda, maka tingkat konversi yang didapatkan 2.4%.
Sekarang
mari kita berasumsi keyword “harga properti murah” berhasil mendatangkan
136 orang ke situs Anda dan 7 orang berhasil dikonversi mendaftar pada
newsletter Anda. Maka tingkat konversi menjadi 5.1%.
Berdasarkan
angka–angka di atas maka keyword “harga properti murah” merupakan keyword yang
lebih baik bukan? Tetapi inilah perangkap yang sering tidak diperhatikan!
Meskipun keyword “harga properti murah” mungkin mendapatkan tingkat konversi
lebih tinggi, keyword “properti murah” mengirimkan lebih banyak traffic dan
akan meghasilkan tingkat konversi lebih tinggi bagi Anda dalam jangka waktu
jangka panjang.
Kedua
keyword merupakan kata penting dan kata yang bernilai, walaupun salah satu keyword
mempunyai tingkat konversi yang lebih tinggi. Oleh karena itu, Anda harus bisa
melihat keyword dalam gambaran besar hasilnya bukan berdasarkan hasil dari
jangka pendek.


Memang beda cara mas huda ini dalam riset keyword...
BalasHapusTapi terima kasih sudah membagi tutorialnya
Wah baru tahu nih kalau ada ilmu lain..
BalasHapus